Bismillahi walhamduLillah.
Allahumma solli 'ala Saiyidina Muhammad waala alihi wasohbihi wabarik wasallim.
Mengharapkan selain dari Allah,
jika dapat berbangga,
Jika tidak dapat kecewa,
Mengharapkan Allah,
Hati lapang tenang dan kaya.
-Murobbi KISAS.
HasbunaLLAH.
Cukuplah ALLAH.
"Wahai orang orang yang beriman!mahukah kamu Aku tunjukkan perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?(iaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad dengan harta dan jiwamu.Itulah yang lebih baik dari kamu jika kamu mengetahui"(As-Saff:10-11) Sungguh,waktu itu berlalu terlalu laju namun mengapa kita masih tega berbuat dosa. Benar sekali seperti yang dihairankan Al-Syafie: "Peredaran masa adalah suatu yang aneh...Tetapi lebih aneh manusia yang melengahkannya!"
sahabat seaqidah ila Jannah...
Thursday, January 23, 2014
Sunday, January 5, 2014
ALLAH Sebaik- baik Tempat Kembali
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Mengasihani serta selawat dan salam ke atas junjungan Besar Nabi Muhammad Solallahu'alaihiwassalam
Kita tak punya apa.
Kita cuma ada ALLAH je.
Bahagia kita bersamaNYA.
tanpa ALLAH dalam aktiviti seharian > mati, kaku sebenarnya hidup kita.
kita gembira. pasti gembira :) > bila ALLAH besar dalam hati kita.
duhai hamba ALLAH, ALLAH teramat sayang engkau!! :'(
tolong ya ALLAH, kuatkan kami, tunjukkan kami jalan untuk DEKAT BERSAMA-MU.
apapun arah kita, tujukan pada DIA pemilik semua.
hidupkan ALLAH dalam hati kita, pasti MUDAH segala urusan dunia.muadah lagi akhirat tempat kembali kita.
Hei diri, siapa engkau tanpa DIA ?!
-hakikatnya. kita tak punya apa. La haulawala quwwata illa billah.
سُبْحَانَ اللَّهِ
ALLAH maha baik. sentiasa bagi kita yang terbaik.
kita minta petunjuk ALLAH selalu ye. ^^
sayang ALLAH selalu ye. ^^
jaga ALLAH selalu ye. ^^
bukan selalu harap + mintak pada manusia.
bukan sayang manusia melebihi kita sayang DIA.
bukan selalu jaga hati manusia je, tapi langgar perintah DIA.
kita milik abadi ALLAH.
Salawaaaat...
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
biiznillah. minallah. ilallah.
khadimuddean Ummu Ahmad.
Kita tak punya apa.
Kita cuma ada ALLAH je.
Bahagia kita bersamaNYA.
tanpa ALLAH dalam aktiviti seharian > mati, kaku sebenarnya hidup kita.
kita gembira. pasti gembira :) > bila ALLAH besar dalam hati kita.
ALLAH melihatku, ALLAH bersamaku, ALLAH menjagaku.
ALLAH tujuanku, ALLAH matlamatku, ALLAH cita-citaku.
duhai hamba ALLAH, ALLAH teramat sayang engkau!! :'(
tolong ya ALLAH, kuatkan kami, tunjukkan kami jalan untuk DEKAT BERSAMA-MU.
apapun arah kita, tujukan pada DIA pemilik semua.
hidupkan ALLAH dalam hati kita, pasti MUDAH segala urusan dunia.muadah lagi akhirat tempat kembali kita.
Hei diri, siapa engkau tanpa DIA ?!
-hakikatnya. kita tak punya apa. La haulawala quwwata illa billah.
Ilahi anta maqsudi waridhoka matlubi ihdini mahabbataka wama'rifataka.
سُبْحَانَ اللَّهِ
ALLAH maha baik. sentiasa bagi kita yang terbaik.
kita minta petunjuk ALLAH selalu ye. ^^
sayang ALLAH selalu ye. ^^
jaga ALLAH selalu ye. ^^
bukan selalu harap + mintak pada manusia.
bukan sayang manusia melebihi kita sayang DIA.
bukan selalu jaga hati manusia je, tapi langgar perintah DIA.
kita milik abadi ALLAH.
Salawaaaat...
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
biiznillah. minallah. ilallah.
khadimuddean Ummu Ahmad.
Tuesday, November 26, 2013
Dalam Kesibukan Kita....
Di suatu pagi barokah....
ALLAH maha baik. the best paling baik!
Gema selawat bergema dari telefon bimbit model W20 kesayangannya. Jam menunjukkan pukul 6.40 pagi.
Telefon segera diangkat dan ternyata, panggilan jihad menyapa.
Usai menjawab panggilan tadi, Fatimah tersentak. Dia beristighfar banyak- banyak dalam hati. Jiwa terkaku seketika bagai tak sedarkan keadaan semasa. Jauhh roh bersama minda pergi.
Sahabat sejati di sisi yang sedari tadi tahu panggilan itu dari siapa menanti isi perbualan dengan penuh sabar.
Fatimah senyap membisu. Setelah beberapa kali ditanya barulah dia berkongsi.
Fatimah memulakan bicaranya, "Jannah, Umie cakap macam ni tadi; ye, sekolah dah cuti, tapi anak2 belum balik lagi. Exam SPM, gape nya jauh lagi. Jadi, kita kena buat pengisian untuk mereka. Guru- guru bujang ni sangat- sangat diharapkan. Kita jernihkan fikrah mereka. Pagi ni, banat akan ke kubur, bersihkan kubur, lepastu solat dhuha di masjid. Kita kena conduct mereka. Dan lagi, malam-malam buatlah apa- apa pengisian, tafaqquh fiddean untuk mereka. Takkan nak baca buku je. Pelajar banin, muncung-muncung mulutnya bila dikejut qiamullail. Tolong ye, boleh dah la cikgu-cikgu bujang ni datang sekolah kadang-kadang, tidur sini, tenggokan mereka. Bukan terbang ke sana sini."
tamat.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Kadang kita lupa. Kadang kita leka. Kadang kita lalai.
ye. Kan itu fitrah manusia.
Syukur. Kita ada ALLAH. Tempat kita mengadu semua. Pinta padanya. Kata seorang ustaz, bilamana seseorang muslim menunaikan kewajipan SOLAT, dengan izin ALLAH, dia akan ALLAH bagi kekuatan untuk kembali ke jalan lurusNYA andai dia tersasar. walau seringkali tersasar, namun selagi dia muslim yang menunaikan solat, dia akan bertaubat dan kembali pada jalan yang sebenarnya pada akhirnya. betul, tu kuncinya~ SOLAT!!!
Syukur. Kita ada ALLAH. Tempat kita meletakkan sepenuh+ benar- benar pengharapan padaNYA. Dalam surah al-Ikhlas, ayat kedua yang maksudnya:
"ALLAH, tempat kita memohon segala sesuatu....."
Sebab tu, kita tak sedar pun kadang- kadang bila kita leka tu. Tapi, asbab (disebabkan) kita pernah DOA pada ALLAH, moga kita disibukkan dengan kerja-kerja ummah, disibukkan untuk fikir tentang Islam, sedang kita tak selalu pun direzqikan untuk busy dengannya, tapi ALLAH PANGGIL kita juga untuk mendekatinya. Kadang dah terhantuk macam cerita dekat atas tadi, baruu kita sedarkan diri.
Baik kan, ALLAH?!
tapi jangan izinkan jasad kita disibukkan dengan perkara-perkara lagho (tak bermanfaat).
nak ke, kita mati dalam keadaan kita tengah tengok movie Korea??? Wal'iyazubillah...
Baik hidup kita, baiklah pengakhiran kita.
ALLAH tak zalim pada hambaNYA yang buat baikkk dengan DIA.
'Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling dari akhirat'. (mafhum Surah Al-Anbiya' ayat 1)
Imam As- Syafei Radhiallahu anhu berkata:
"Jika engkau tidak menyibukkan dirimu dengan yang hak, maka ia akan sibuk dengan yang batil"
Wahai hamba ALLAH, akhirat itu negeri abadi.
Carilah AKHIRAT, dunia kejar kita.
Wahai ALLAH,,, letakkan dunia di tangan kami, jangan di hati kami.
Wahai ALLAH,,, kuatkan langkah kami demi AKHIRAT-MU.
Wahai ALLAH, besarkan jiwa kami untuk AGAMA-MU.
Wahai ALLAH, kuatkan hati kami dengan KALAM-MU.
Yaa muqollibal qulubb,,thabbit qulubana 'ala dinik wa 'ala to' 'atik.
ALLAHUMMA AAMEEN YAA MUJIBB....
minaLLAH, ilaLLAH.
wamaa taufiqi illa biLLAH
ALLAH maha baik. the best paling baik!
Gema selawat bergema dari telefon bimbit model W20 kesayangannya. Jam menunjukkan pukul 6.40 pagi.
Telefon segera diangkat dan ternyata, panggilan jihad menyapa.
Usai menjawab panggilan tadi, Fatimah tersentak. Dia beristighfar banyak- banyak dalam hati. Jiwa terkaku seketika bagai tak sedarkan keadaan semasa. Jauhh roh bersama minda pergi.
Sahabat sejati di sisi yang sedari tadi tahu panggilan itu dari siapa menanti isi perbualan dengan penuh sabar.
Fatimah senyap membisu. Setelah beberapa kali ditanya barulah dia berkongsi.
Fatimah memulakan bicaranya, "Jannah, Umie cakap macam ni tadi; ye, sekolah dah cuti, tapi anak2 belum balik lagi. Exam SPM, gape nya jauh lagi. Jadi, kita kena buat pengisian untuk mereka. Guru- guru bujang ni sangat- sangat diharapkan. Kita jernihkan fikrah mereka. Pagi ni, banat akan ke kubur, bersihkan kubur, lepastu solat dhuha di masjid. Kita kena conduct mereka. Dan lagi, malam-malam buatlah apa- apa pengisian, tafaqquh fiddean untuk mereka. Takkan nak baca buku je. Pelajar banin, muncung-muncung mulutnya bila dikejut qiamullail. Tolong ye, boleh dah la cikgu-cikgu bujang ni datang sekolah kadang-kadang, tidur sini, tenggokan mereka. Bukan terbang ke sana sini."
tamat.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Kadang kita lupa. Kadang kita leka. Kadang kita lalai.
ye. Kan itu fitrah manusia.
Syukur. Kita ada ALLAH. Tempat kita mengadu semua. Pinta padanya. Kata seorang ustaz, bilamana seseorang muslim menunaikan kewajipan SOLAT, dengan izin ALLAH, dia akan ALLAH bagi kekuatan untuk kembali ke jalan lurusNYA andai dia tersasar. walau seringkali tersasar, namun selagi dia muslim yang menunaikan solat, dia akan bertaubat dan kembali pada jalan yang sebenarnya pada akhirnya. betul, tu kuncinya~ SOLAT!!!
Syukur. Kita ada ALLAH. Tempat kita meletakkan sepenuh+ benar- benar pengharapan padaNYA. Dalam surah al-Ikhlas, ayat kedua yang maksudnya:
"ALLAH, tempat kita memohon segala sesuatu....."
Sebab tu, kita tak sedar pun kadang- kadang bila kita leka tu. Tapi, asbab (disebabkan) kita pernah DOA pada ALLAH, moga kita disibukkan dengan kerja-kerja ummah, disibukkan untuk fikir tentang Islam, sedang kita tak selalu pun direzqikan untuk busy dengannya, tapi ALLAH PANGGIL kita juga untuk mendekatinya. Kadang dah terhantuk macam cerita dekat atas tadi, baruu kita sedarkan diri.
Baik kan, ALLAH?!
tapi jangan izinkan jasad kita disibukkan dengan perkara-perkara lagho (tak bermanfaat).
nak ke, kita mati dalam keadaan kita tengah tengok movie Korea??? Wal'iyazubillah...
Baik hidup kita, baiklah pengakhiran kita.
ALLAH tak zalim pada hambaNYA yang buat baikkk dengan DIA.
'Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling dari akhirat'. (mafhum Surah Al-Anbiya' ayat 1)
Imam As- Syafei Radhiallahu anhu berkata:
"Jika engkau tidak menyibukkan dirimu dengan yang hak, maka ia akan sibuk dengan yang batil"
Wahai hamba ALLAH, akhirat itu negeri abadi.
Carilah AKHIRAT, dunia kejar kita.
Wahai ALLAH,,, letakkan dunia di tangan kami, jangan di hati kami.
Wahai ALLAH,,, kuatkan langkah kami demi AKHIRAT-MU.
Wahai ALLAH, besarkan jiwa kami untuk AGAMA-MU.
Wahai ALLAH, kuatkan hati kami dengan KALAM-MU.
Yaa muqollibal qulubb,,thabbit qulubana 'ala dinik wa 'ala to' 'atik.
ALLAHUMMA AAMEEN YAA MUJIBB....
minaLLAH, ilaLLAH.
wamaa taufiqi illa biLLAH
Friday, March 29, 2013
Jannah Mawar Adden
Maha Suci Allah. Indah.
Perilakunya, akhlaknya, keperibadiannya.
MasyaAllah tabarakallah.
Dari sekadar berkenalan dalam sms, mereka berjumpa dan bertemu.
Menjalin mahabbah selama lebih kurang seminggu kerana misi perjuangan yang satu!
Berpisah dan Allah rezkikan bertemu dan bertemu dan teruss bertemu.
Segala puji bagi Allah, sampai ke negeri timur mereka berukhuwah Fillah mengenal, membesarkanMU.
Allah yang Maha Pemurah sering merezkikan mereka bersama. Maha Suci Allah.
Melihatnya menambah takut padaMU.
Mendengar tutur katanya mengingatkanku padaMU.
Mendekatinya menambah dekatku padaMU.
Allahu Allah. Malu aku dengan insan sepertinya. Macamana besar sewajarnya maluku buat penciptaNYA?
Bagaimana tidak aku tambah takut padaNYA? Andai sunnah Nabi SAW menjadi diari kehidupannya.
Allahumma Solli ala Saiyidina Muhammad waala ali waalihi wasohbihi wabarik wasallim.
Dia mengajarku untuk berlemah lembut pada Allah yang Maha lemah Lembut.
Dia mengajarku kemanisan bersamaNYA di dalam solat dengan menghadirkan hati sama. haaza min fadhli Robbi.
Dia tak mengajarku 'begitu' dan 'begini'. Tapi dia mengajarku dengan hati yang mengINGATI ROBBI.
Allah maha Besar. Penangan cinta dan kasih di jalan-NYA, Allah membuka jalan buatku akrab padaNYA.
Dia juga mengajarku ehsan pada insan sekeliling, juga pada tumbuh-tumbuhan dan segenap makhluk-makhluk Allah waima pada kenderaan dan jalan.
Dia sangat mengajarku nilai ukhuwah bersama sahabat seperjuangan.
Sahabiah sering merinduinya, terhibur dengannya, menjadikannya tempat rujukan dan bercerita semua.
Allah maha besar, Allah maha agung, Allah maha penyayang mengenalkanku mengizinkanku bersahabat dengan mujahidah Islam sepertinya.....
Setiap yang bernyawa pasti akan diuji. Mereka benar2 diuji bagaimana untuk meluruskan cinta, kasih dan sayang benar2 LURUS pada Allah yang UTAMA dan PERTAMA.
Jawapannya:
1) Dalam senang dan susah, hadirkanlah SYUKUR padaNYA seboleh-bolehnya. Carilah jalan dan peluang buatmu bersamaNYA, mengembalikan segala rasa padaNYA. Pemilik tiap suatu yang kau punya, hanya ALLAH yang maha esa. Allah pemilik abadi semuanya. Cari dan teruskan mujahadah bersendiri berbicara dengan Robbi. Kerana itu bahagia sebenar yang rohmu ingini.
2) Hati ini, bolak balik sifatnya. Saat ia kuat, ALHAMDULILLAH. Saat dia lemah, INNALILLAH. "wahai Allah yang membolak balikkan hati, tetapkanlah hatiku dalam agamaMU dan dalam ketaatan padaMU."
Hatiku milikMU, buatMU. Bukan milik sesiapa. Bukan milik insani. Walau besar mana cinta dan kasihnya buat hati ini, tak mungkin hati ini ingin mempercayai. Setelah melalui tarbiyyahNYA ini, hati ini dah tak akui, bahawa 'hatiku kau yang miliki'. Tepislah ia, walau macamana manis pun rasa tu. Kenapa?? Sebab hati ni tak nak kecewa nanti. Tak nak berduka nanti. Kerana bahagiaku hanya bersama Allah pemilik hati ini. Itu hakikat sebenarnya. Bersama siapa pun aku, ke manapun aku, dalam situasi apapun aku, aku akan BAHAGIA andai dalam HATIKU aku letakkan ALLAH BERSAMA dan palinggg UTAMA! Allahu taala a'lam. Qalam ini terkecuali buat hati buat Habibi Rasulullah SAW.
Segalanya dari Allah dan akan kembali pada Allah. Berikan segalanya HANYA kerana Allah yang maha memberi. Berikan segalanya HANYA kerana Allah yang maha pengasih dan mengasihani. Berikan segalanya HANYA kerana Allah yang kaya. berjihadlah di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, wahai hamba Allah yang beriman...
Satu hari nanti, pertemuan akan diziarahi oleh perpisahan.
Kematian itu pemutus bahagia.
Dan moga ia penyambung bahagia yang abadi bersamaNYA.
Puncak segala bahagia.
buatmu mujahidah wardah Adden calon Bidadari Syurga kesayangan Alfaqirah IlaLLah al-Ghaniyy.
Moga sentiasa dalam rahmat kasih sayangNYA dan bahagia di dunia & akhirat amennn40x.
Saturday, November 10, 2012
Syed Roslan Jaafar: DOA NABI DAUD AS...
Syed Roslan Jaafar: DOA NABI DAUD AS...: Saudara semuslimku yang baik hatinya... marilah kita hayati dan amalkan doa ini. Semoga doa Nabi Daud as ini memberi kita semangat da...
Monday, November 5, 2012
Qasidah Versi piano :)
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ النَّبِيِِّ الأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسلِّمْ
Sama sama dengarkan dan hayati. MasyaAllah tabarakallah indah =)
http://www.youtube.com/watch?v=Zy7Fi_cWtv8
http://www.youtube.com/watch?v=Zy7Fi_cWtv8
Sama sama dengarkan dan hayati. MasyaAllah tabarakallah indah =)
http://www.youtube.com/watch?v=Zy7Fi_cWtv8
http://www.youtube.com/watch?v=Zy7Fi_cWtv8
Wednesday, October 24, 2012
Uwais Al- Qorni
mari kita imbau kisah Uwais Al Qorni..;
Pada zaman Nabi Muhammad S.A.W, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan.

Kulitnya kemerah-merahan. Dagunya menempel di dada kerana selalu melihat pada tempat sujudnya. Tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya.
Ahli membaca al-Quran dan selalu menangis, pakaiannya hanya dua helai dan sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya digunakannya sebagai selendang. Tiada orang yang menghiraukan, tidak terkenal dalam kalangan manusia,namun sangat terkenal di antara penduduk langit.
Tatkala datangnya hari Kiamat, dan tatkala semua ahli ibadah diseru untuk memasuki Syurga, dia justeru dipanggil agar berhenti dahulu seketika dan disuruh memberi syafa'atnya.
Ternyata Allah memberi izin padanya untuk memberi syafa'at bagi sejumlah bilangan qabilah Robi'ah dan qabilah Mudhor, semua dimasukkan ke Syurga dan tiada seorang pun ketinggalan dengan izin-Nya.
Dia adalah 'Uwais al-Qarni' siapalah dia pada mata manusia...
Tidak banyak yang mengenalnya, apatah lagi mengambil tahu akan hidupnya. Banyak suara-suara yang mentertawakan dirinya, mengolok-olok dan mempermainkan hatinya.
Tidak kurang juga yang menuduhnya sebagai seorang yang membujuk, seorang pencuri serta berbagai macam umpatan demi umpatan, celaan demi celaan daripada manusia.
Suatu ketika, seorang fuqoha' negeri Kuffah, datang dan ingin duduk bersamanya. Orang itu memberinya dua helai pakaian sebagai hadiah. Namun, hadiah pakaian tadi tidak diterima lalu dikembalikan semula kepadanya. Uwais berkata:
"Aku khuatir, nanti orang akan menuduh aku, dari mana aku mendapatkan pakaian itu? Kalau tidak daripada membujuk pasti daripada mencuri."
Uwais telah lama menjadi yatim. Beliau tidak mempunyai sanak saudara, kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh tubuh badannya. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa.
Bagi menampung kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai pengembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup-cukup untuk menampung keperluan hariannya bersama ibunya. Apabila ada wang berlebihan, Uwais menggunakannya bagi membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan.
Kesibukannya sebagai pengembala dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya. Dia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.
Uwais al-Qarni telah memeluk Islam ketika seruan Nabi Muhammad S.A.W tiba ke negeri Yaman. Seruan Rasulullah telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur. Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya menarik hati Uwais. Apabila seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, kerana selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran.
Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad S.A.W secara langsung. Sekembalinya di Yaman, mereka memperbaharui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam.
Alangkah sedihnya hati Uwais apabila melihat setiap tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah bertamu dan bertemu dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang dia sendiri belum berkesempatan.
Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan sang kekasih. Namun apakan daya, dia tidak punya bekal yang cukup untuk ke Madinah. Lebih dia beratkan adalah ibunya yang sedang sakit dan perlu dirawat. Siapa yang akan merawat ibunya sepanjang ketiadaannya nanti?
Diceritakan ketika terjadi perang Uhud Rasulullah S.A.W mendapat cedera dan giginya patah kerana dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Khabar ini sampai ke pengetahuan Uwais.
Dia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada Rasulullah, sekalipun ia belum pernah melihatnya.
Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tidak terbendung dan hasrat untuk bertemu tidak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, "Bilakah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah beliau dengan dekat?"
Bukankah dia mempunyai ibu yang sangat memerlukan perhatian daripadanya dan tidak sanggup meninggalkan ibunya sendiri. Hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa Rasulullah.
Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya. Dia meluahkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan untuk pergi menziarahi Nabi S.A.W di Madinah.
Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau amat faham hati nurani anaknya, Uwais dan berkata,
"Pergilah wahai anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Apabila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang."
Dengan rasa gembira dia berkemas untuk berangkat. Dia tidak lupa untuk menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama mana dia pergi.
Sesudah siap segala persediaan, Uwais mencium sang ibu. Maka berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak lebih kurang empat ratus kilometer dari Yaman.
Medan yang begitu panas dilaluinya. Dia tidak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari. Semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi S.A.W yang selama ini dirinduinya.
Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi S.A.W, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah sayyidatina 'Aisyah R.A sambil menjawab salam Uwais.
Segera sahaja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata baginda tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tidak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi S.A.W dari medan perang.
Bilakah beliau pulang? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman.
"Engkau harus lekas pulang."
Atas ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemahuannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi S.A.W.
Dia akhirnya dengan terpaksa memohon untuk pulang semula kepada sayyidatina 'Aisyah R.A ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi S.A.W dan melangkah pulang dengan hati yang pilu.
Sepulangnya dari medan perang, Nabi S.A.W langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad S.A.W menjelaskan bahawa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit dan sangat terkenal di langit.
Mendengar perkataan baginda Rasulullah S.A.W, sayyidatina 'Aisyah R.A dan para sahabatnya terpegun.
Menurut sayyidatina 'Aisyah R.A memang benar ada yang mencari Nabi S.A.W dan segera pulang kembali ke Yaman, kerana ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.
Rasulullah S.A.W bersabda: "Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya."
Sesudah itu Rasulullah S.A.W, memandang kepada sayyidina Ali K.W dan sayyidina Umar R.A dan bersabda:
"Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi."
Tahun terus berjalan, dan tidak lama kemudian Nabi S.A.W wafat, hinggalah sampai waktu khalifah Sayyidina Abu Bakar as-Shiddiq R.A telah digantikan dengan Khalifah Umar R.A.
Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi S.A.W tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kepada sayyidina Ali K.W untuk mencarinya bersama.
Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, mereka berdua selalu bertanya tentang Uwais al-Qarni, apakah ia turut bersama mereka. Di antara kafilah-kafilah itu ada yang merasa hairan, apakah sebenarnya yang terjadi sampai ia dicari oleh beliau berdua.
Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais al-Qarni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah.
Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar R.A dan sayyidina Ali K.W mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka.
Rombongan itu mengatakan bahawa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawapan itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qarni.
Sesampainya di khemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar R.A dan sayyidina Ali K.W memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan solat. Setelah mengakhiri solatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman.
Sewaktu berjabat tangan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk
membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais,
sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi S.A.W.
Memang benar! Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut,
"Siapakah nama saudara?"
"Abdullah." Jawab Uwais.
Mendengar jawapan itu, kedua sahabat pun tertawa dan mengatakan,
"Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?"
Uwais kemudian berkata "Nama saya Uwais al-Qarni."
Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia.
Itulah sebabnya, dia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan sayyidina Ali K.W. memohon agar Uwais berkenan mendoakan untuk mereka.
Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah,
"Sayalah yang harus meminta doa daripada kalian."
Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata,
"Kami datang ke sini untuk mohon doa dan istighfar daripada anda."
Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qarni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdoa dan membacakan istighfar.
Setelah itu Khalifah Umar R.A berjanji untuk menyumbangkan wang negara daripada Baitulmal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera sahaja Uwais menolak dengan halus dengan berkata,
"Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi."
Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam dan tidak terdengar beritanya.
Namun, ada seorang lelaki pernah bertemu dan dibantu oleh Uwais. Ketika itu kami berada di atas kapal menuju ke tanah Arab bersama para pedagang. Tanpa disangka-sangka angin taufan berhembus dengan kencang.
Akibatnya, hempasan ombak menghentam kapal kami sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin berat. Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut berbulu di pojok kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya.
Lelaki itu keluar daripada kapal dan melakukan solat di atas air. Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu.
"Wahai waliyullah, tolonglah kami!" Namun, lelaki itu tidak menoleh. Lalu kami berseru lagi,
"Demi Zat yang telah memberimu kekuatan beribadah, tolonglah kami!"
Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata,
"Apa yang terjadi?"
"Tidakkah engkau melihat bahawa kapal dihembus angin dan dihentam ombak?" Tanya kami.
"Dekatkanlah diri kalian pada Allah!" Katanya.
"Kami telah melakukannya."
"Keluarlah kalian daripada kapal dengan membaca Bismillahirrahmaanirrahiim!"
Kami pun keluar daripada kapal satu persatu dan berkumpul. Pada saat itu jumlah kami lima ratus lebih. Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam, sedangkan perahu kami serta isinya tenggelam ke dasar laut.
Lalu orang itu berkata pada kami,
"Tidak apalah harta kalian menjadi korban, asalkan kalian semua selamat."
"Demi Allah, kami ingin tahu, siapakah nama Tuan?" Tanya kami.
"Uwais al-Qorni." Jawabnya dengan singkat.
Kemudian kami berkata lagi kepadanya,
"Sesungguhnya harta yang ada di kapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim oleh orang Mesir."
"Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah kalian akan membahagi-bahagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?" Tanyanya.
"Ya!" Jawab kami.
Orang itu pun melaksanakan solat dua rakaat di atas air, lalu berdoa. Setelah Uwais al-Qarni mengucap salam, tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membahagi-bahagikan seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tiada satu pun yang tertinggal.
Beberapa waktu kemudian, tersiar khabar Uwais al-Qarni telah pulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang yang berebut untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafan, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafankannya.
Demikian juga ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke perkuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.
Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan,
"Ketika aku ikut menguruskan jenazahnya hingga aku pulang daripada menghantarkan jenazahnya, lalu aku ingin untuk kembali ke kubur tersebut untuk memberi tanda pada kuburnya, akan tetapi sudah tak terlihat ada bekas di kuburnya."
(Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qarni pada masa pemerintahan sayyidina Umar R.A.)
Pemergian Uwais al-Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat menghairankan. Sedemikian banyaknya orang yang tidak kenal datang untuk mengurus jenazah dan pengebumiannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang.
Sejak dia dimandikan hingga jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang.
Mereka saling bertanya-tanya "Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qarni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tidak memiliki apa-apa? Kerjanya hanyalah sebagai penggembala?"
"Namun, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenali. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya."
Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa Uwais al-Qarni.
"Dialah Uwais al-Qarni, tidak terkenal di bumi tapi sangat terkenal di langit."
- Artikel iluvislam.com
Subscribe to:
Posts (Atom)